MANAJEMEN KEUANGAN II
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Keuangan
II Di Semester Empat
Prodi
S1 Manajamen
Disusun Oleh :
1.
Muhammad
Machfiru Rozaqi / 5130014008
2. Ilma Ainushofa A/ 5130014024
2. Ilma Ainushofa A/ 5130014024
3.
Yusi Nur Irmalia
/ 5230014007
4.
Chyntia Ayu
Agusetyani / 5230014013
5.
Hariyanto /
5230014015
Dosen Pembimbing :
NINNASI
MUTTAQIN,S.M.B,M.SM
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
TAHUN 2016
BAB
I
PENDAHULUAN
Manajemen Keuangan Jangka Pendek (Short-term financial
management), merupakan pengelolaan aktiva lancar (kas, surat berharga,
piutang, persediaan) dan pasiva lancar perusahaan (hutang dagang, wesel bayar,
kewajiban yang masih harus dibayar) untuk mencapai keseimbangan antara laba dan
risiko agar memberi kontribusi nilai positif terhadap nilai perusahaan.
Misalnya Aktiva lancar dalam jumlah besar berakibat pada peningkatan risiko tidak
dapat membayar pada saat jatuh tempo.
Pembiayaan
Jangka Pendek (Short-Term Financing) merupakan hutang dengan jangka waktu 1
tahun atau kurang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan musiman dan aktiva
lancar.
BAB II
PEMBAHASAAN
A.
Pengertian
Manajemen Keuangan Jangka Pendek (Short-Term financial management)
Merupakan
pengelolaan aktiva lancar (kas, surat berharga, piutang, persediaan) dan pasiva
lancar perusahaan (hutang dagang, wesel bayar, kewajiban yang masih harus
dibayar) untuk mencapai keseimbangan antara laba dan risiko agar memberi
kontribusi nilai positif terhadap nilai perusahaan. Misalnya Aktiva lancar
dalam jumlah besar berakibat pada peningkatan risiko tidak dapat membayar pada
saat jatuh tempo.
Pembiayaan Jangka Pendek
Pembiayaan jangka pendek (short term financing)
adalah utang-utang yang harus di lunasi dalam jangka waktu < 1tahun.
A. Jenis-jenis pembiayaan jangka pendek
diantaranya accruals, accounts payable/trade credit, short term bank loans,
dan commercial paper :
1.
Accruals, yaitu biaya biaya yang masih harus
dibayar atas jasa yang sudah diterima, tetapi belum dibayar perusahaaan.
Misalnya utang, gaji ,dan utang pajak.
Perusahaan
biasanya membayar gaji atau upah karyawan secara mingguan atau bulanan,
sehingga neraca perusahaan akan memperlihatkan utang gaji atau gaji terhutang. Accruals
meningkat secara otomatis atau spontan jika operasi perusahaan menigkat.
Waktu pembayaran upah/gaji ditentukan oleh dorongan ekonomi dan kebiasaan
industri, sedangkan pembayaran pajak ditentukan oleh hukum.
2.
Accounts payable / trade credit /
utang dagang, yaitu utang antar perusahaan yang timbul dari penjualan kredit di
catat sebagai piutang usaha dari penjual dan sebagai utang usaha oleh pembeli.
Proporsi hutang dagang ini
semakin besar untuk perusahaan kecil, karena perusahaan kecil relative sulit
untuk memperoleh hutang dari lembaga keuangan sehingga terpaksa tergantung pada
hutang dagang.
3.
Short
Term Bank Loans / hutang
bank
Sifat/ciri
kredit bank adalah :
a. Jatuh tempo
b. Promes / promissory note adalah dokumen yang memuat
jumlah dari pinjaman,suku bunga,jadwal angsuran, agunan, dan persyaratan serta
ketentuan lain yang telah di sepakati pihak bank dan peminjam.
c. Saldo kompensasi adalah saldo
minimum yang harus ada direkening giro.
d. Plafon kredit, berupa jumlah kredit
maksimal yang disepakati akan di berikan bank kepada nasabahnya untuk periode
tertentu.
e. Credit revolving, berupa plafon kredit formal yang
diberikan kepada perusahaan oleh bank/lembaga keuangan bukan bank hampir sama
dengan plafon kredit,bedanya yaitu kredit revolving punya ikatan hukum dan di
bebani premi.
Kredit
bank memiliki biaya-biaya sebagai berikut :
a. Simple interest
Bunga yang
dikenakan atas jumlah pinjaman yang sesungguhnya. Bunga ini dibayar pada saat
kredit jatuh tempo.
b. Discount interest
Bunga yang
dihitung berdasarkan nilai nominal kredit, tetapi bunga ini di bayar dimuka
sehingga jumlah bersih yang diterima peminjam lebih kecil daripada nilai
nominal kredit.
c. Add-on interest
Bunga
yang dihitung dari jumlah kredit yang diterima dan ditambahkan kembali ke
jumlah kredit tersebut guna menentukan nilai nominal kredit yang akan di bayar
secara cicilan.
4.
Commercial
Paper
Surat promes/surat tanda utang tanpa
jaminan yang dikeluarkan perusahaan besar untuk dijual guna membiayai kebutuhan
kredit jangka pendek.
Sumber dana jangka pendek :
a. Tanpa jaminan : kredit dagang
b. Dengan jaminan : kredit bank
Bentuk jaminan :
a. Surat berharga
b. Piutang
c. Persediaan
B.
Pembiayaan
Jangka Pendek (Short-Term Financing)
Merupakan
hutang dengan jangka waktu 1 tahun atau kurang yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan musiman dan aktiva lancar. Pembiayaan spontan (spontaneous financing)
adalah pembiayaan yang diperoleh dari operasi normal perusahaan dengan dua
sumber pembiayaan meliputi hutang dagang (account payable) dan kewajiban yang
masih harus dibayar (accruals hutang akibat jasa yang diterima yang
pembayarannya belum dilakukan). Account payable dan Accruals merupakan
unsecured short-term financing, yaitu sumber pembiayaan jangka pendek yang
diperoleh tanpa menjaminkan aktiva tertentu sebagai agunan.
C.
Tipe
Pendanaan Jangka Pendek :
1.
Pendanaan Spontan adalah jenis pendanaan yang berubah secara otomatis dengan
berubahnya tingkat kegiatan perusahaan (misal dilihat dari penjualan
perusahaan). Contoh : utang dagang dan utang akrual.
2.
Pendanaan Tidak Spontan adalah jenis pendanaan yang tidak berubah secara
otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan. Contoh : utang yang
diperoleh dari bank.
D.
Pendanaan
Spontan
Jenis
pendanaan ini memiliki karakter jika aktifitas persahaan berubah maka sumber
pendanaanpun ikut berubah secara otomatis. Beberapa bentuk sumber dana spontan
antara lain : utang dagang rekening-rekening akrual (misalnya pembayaran upah
atau gaji atau pembayaran pajak). Utang dagang timbul karena perusahaan membeli
pasokan dari supplier dengan kredit, sedang utang pajak terjadi karena pajak
dibayar setiap tanggal tertentu dalam satu tahunnya.
Rerata
utang dagang = Nilai Utang / Perputaran Utang
Perputaran
utang dalam satu tahun = Periode Waktu / Jangka Waktu Kredit
E.
Pendanaan
Tidak Spontan
Jenis
pendanaan ini memiliki karakter bahwa untuk memperoleh, menambah maupun mengurangi
dana, perusahaan membutuhkan waktu untuk negosiasi atau perundingan secara
formal. Beberapa bentuk sumber dana tidak spontan antara lain :
1.
Commersial
Paper. Merupakan surat utang jangka pendek (jangka waktu 30-90) hari tanpa
jaminan yang dikeluarkan perusahaan besar dan dijual langsung ke investor.
Biasannya hanya perusahaan besar yang bisa mengeluarkan commersial paper.
2.
Pinjaman
Kredit. Berasal dari lembaga keuangan dan lembaga keuangan non bank. Pinjaman
dari bank ada 2 jenis : (a) Kredit Transaksi, yaitu kredit yang ditujukan untuk
tujuan spesifik tertentu. (b) Kredit Lini, dengan pinjaman ini, peminjam bisa
meminjam sampai jumlah maksimum tertentu, yang menjadi plafon (batas atas
pinjaman)
3.
Factoring
atau anjak piutang berarti menjual piutang dagang. Dari segi perusahaan yang
mempunyai piutang, factoring memunyai manfaat karena perusahaan tidak perlu
menunggu sampai piutang jatuh tempo untuk memperoleh kas. Piutang juga
memperoleh manfaat karena factoring merupakan alternative investasi.
4.
Menjaminkan
Piutang. Alternatif lain dari menjual piutang adalah menggunakan piutang
sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman. Dengan alternatif ini, kepemilikan
piutang masih ada di tangan perusahaan. Jika pinjaman tidak terbayar, piutang
yang dijadikan jaminan bisa digunakan untuk melunasi pinjaman.
5.
Menjaminkan
Barang Dagangan (Persediaan). Perusahaan bisa menjaminkan barang dagangan untuk
memperoleh pinjaman. Prosedur yang dipakau akan sama dengan penjaminan piutang.
Pemberi jaminan akan mengevaluasi nilai persediaan, kemudian akan memberikan
pinjaman dalam presetase tertentu dari nilai persediaan yang dijaminkan.
F.
Evaluasi
Sumber Pendanaan Jangka Pendek
Untuk
menentukan
sumber pendanaan jangka pendek manajer keuangan bisa mengevaluasi
dengan menggunakan kerangka :
•
Strategi pendanaan secara keseluruhan
•
Biaya
•
Kerersediaan
•
Fleksibilitas
G. Sumber
Dana Jangka Pendek
Berdasarkan spontan tidaknya suatu
pendanaan, maka pendanaan jangka pendek dibagi menjadi dua, yaitu :
1.
Pendanaan spontan. Pendanaan spontan
adalah sumber dana yang ikut berubah apabila aktivitas perusahaan berubah.
2.
Pendanaan yang memerlukan negosiasi.
Pendanaan ini mengharuskan perusahaan untuk melakukan negosiasi untuk menambah
atau mengurangi dana yang dipergunakan oleh perusahaan. Sumber pendanaan ini
biasanya berasal dari bank dalam bentuk kredit jangka pendek
BAB III
PENUTUP
. Kesimpulan
Pada Prinsipnya Manajemen Keuangan
Jangka Pendek (Short-term financial management), merupakan pengelolaan
aktiva lancar (kas, surat berharga, piutang, persediaan) dan pasiva lancar
perusahaan (hutang dagang, wesel bayar, kewajiban yang masih harus dibayar)
untuk mencapai keseimbangan antara laba dan risiko agar memberi kontribusi
nilai positif terhadap nilai perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
- Lukas Setia Admaja, Ph.D, Teori dan Praktik Manajemen Keuangan, Yogyakarta: ANDI 2008, hlm. 372
- Husnan Suad, Dr. M.B.A, Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan (Keputusan Jangka Pendek)jilid 2, hlm.499
- https://husnil91.wordpress.com/category/manajemen-keuangan-2/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar